FGD Metode Diseminasi Informasi Kebencanaan Inklusif

Presentasi Hasil diskusi kelompok foto : Mariano Lejap

Prototype Early Warning System / metode diseminasi informasi yang paling cocok dan sesuai dengan ragam disabilitas akan sangat membantu kelompok difabel untuk lebih siap dan siaga sebelum atau saat terjadi bencana.

Pembahasan mengenai Early Warning System sudah pernah dilakukan bersama dengan Forum PRB Kota Kupang dan melibatkan BMKG juga Komunitas Tuli Kupang. Di tahun ke-4 project, Yayasan PIKUL bekerja sama dengan OXFAM dan atas dukungan dari Australian AID/DFAT – Kemensos RI, mendukung Forum PRB Kabupaten Kupang untuk melanjutkan hasil diskusi dengan lebih melibatkan ragam disabilitas yang lebih luas untuk menghasilkan prototype/metode diseminasi informasi yang paling cocok khusus untuk kelompok difabel/rentan.

FGD penyusunan panduan teknis penyebaran informasi terkait bencana cuaca ekstrim bagi kelompok rentan kali ini, bertujuan agar memperoleh masukan dari ragam organisasi penyandang disabilitas untuk menjadi acuan penulisan panduan teknis penyebaran informasi terkait bencana cuaca ekstrim.

Perwakilan peserta yang terlibat dalam proses ini hadir BPBD Kabupaten Kupang, KIPDA TTS, FPRB Kab. Kupang, Komunitas Tuli Kupang (JBI),(YTTM), Permata NTT, FPRB Prov NTT, Garamin NTT, Pertuni NTT. (23/04/22)

Tanel salah satu disabilitas tuli (27)  menggambarkan pengalaman menghadapi bencana seroja adalah pengalaman pertama dan dirinya terhambat informasi. “Waktu itu ketika kejadian keluarga membangunkan saya, biasanya saya tidur kunci pintu, jadi mereka melempar lewat jendela dan membangunkan saya. Saya tidak mendapat informasi sama sekali sebelumnya jadi tidak ada persiapan”.

Anggota Komunitas Tuli Kupang ini juga merekomendasikan agar dapat informasi dapat diakses oleh kelompoknya (disabilitas tuli) maka beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti : kata-kata harus sederhana, ada gambar atau ilustrasi agar lebih muda dipahami, juga Misalnya ada pembuatan video untuk sampaikan informasi bisa ada yang membantu untuk jurubahasa isyarat.

Tindak Lanjut dari kegiatan ini, akan ada workshop lanjutan membahas draf panduan diseminasi informasi kebencanaan yang sudah disusun oleh tim dari FPRB dan didiskuikan kembali  bersama organisasi yang terlibat.(Mariano Lejap-PIKUL)

Lainnya: