Taman Eden Membantu Petani di Oha’em 2

Pembuatan POC Oh'Aem 2, Foto - Mariano Lejap

September 2021 lalu, saat kegiatan Visioning Warga Aktif untuk Isu Konservasi Lingkungan dan Penghidupan, warga dan pemerintah desa Oh’aem 2 Kabupaten Kupang Sepakat ada aksi sebagai bentuk tanggung jawab merawat alam dan budaya untuk anak cucu.
Salah satu aksi adalah pembuatan taman eden (pertanian pekarangan).

Aksi ini bertujuan untuk memaksimalkan lahan pekarangan rumah sebagai unit terdekat sumber pangan dan gizi serta apotik hidup keluarga, memberikan pengetahuan kepada warga desa dalam menerapkan pertanian pekarangan yang rendah input dan atau berbasis organik, dan memberikan pengetahuan kepada warga desa terkait pertanian yang adaptif dengan pemanfaatan air limbah rumah tangga guna mendukung pertanian pekarangan terutama di musim kemarau.

Aksi Taman Eden diadakan Yayasan PIKUL lewat Proyek Komunitas Tangguh Iklim dan Bencana di Indonesia lewat Penguatan Petani Perempuan (ICDRC-YFF) bekerja sama dengan OXFAM dan atas dukungan dari Australian AID/DFAT – Kemensos RI.
Dalam aksi ini 3 kelompok wanita tani di Desa Oh’aem 2 terlibat dalam pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pembuatan filter air,(18/03/2022).

Mama Reni Naijuf salah satu petani perempuan di desa Oh’aem 2 merasa pelatihan ini kedepan jika dipraktekan maka akan menghemat biaya untuk pembelian pupuk, karena dapat memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitar rumah sebagai pupuk. juga dengan adanya filter air maka mama reni bersama kelompok wanita tani dapat terbantu persediaan air saat musim kemarau.

“Akses air kami di ohaem 2, kalau musim kemarau itu susah air, jadi kalau kita tanam sayur pada musim panas kami harus cari tempat yang airnya banyak. Tetapi Setelah ikut pelatihan filter air ini, air yang selama ini yang kita buang ternyata bisa digunakan untuk menyiram tanaman, jadi harapannya kalau nanti musim panas kami bisa terbantu soal air untuk menyiram tanaman ”. jelas mama reni.
Selain itu mama Yemima seorang petani muda juga bercerita bahwa akses air untuk kelompok taninya memang tercukupi pada saat musim hujan tetapi saat musim kemarau mereka harus mencari air lebih kurang 1 km untuk mendapat akses air. Harapan mama Yemima dengan pengalaman saat pelatihan filter air ini, kelompok taninnya dapat terbantu untuk akses air yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman sayuran di pekarangan rumah.

Tidak hanya belajar pembuatan pupuk dan filter air, instruktur dari Kupang Batanam juga membekali kelompok wanita tani di desa Oh’aem 2 dengan pengetahuan membuat perangkap untuk hama dan pestisida nabati dari bahan-bahan yang muda didapat.
Diakhir kegiatan semua bahan yang telah dikumpulkan warga untuk pembuatan pupuk cair organik dibagi kepada setiap anggota kelompok wanita tani. Mereka bersepakat untuk mempraktekan pembuatan pupuk cair organik dan filter air yang akan digunakan untuk tanaman di pekarangan rumah masing-masing.(Marno Lejap-PIKUL)

Lainnya: