Latar belakang Program
Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi kepulauan dengan 1.192 pulau yang saat ini masih terjebak dalam lingkaran biaya tinggi akibat ketergantungan ekstrem pada pasokan bahan bakar minyak (BBM) fosil dari luar daerah. Di wilayah terpencil dan pulau kecil seperti Sabu Raijua dan Rote Ndao, harga BBM eceran dapat melonjak 2 hingga 3 kali lipat dari harga eceran nasional. Ketergantungan struktural pada energi fosil ini memicu inflasi pangan yang tinggi, membebani APBD, serta menekan daya beli masyarakat di NTT, yang saat ini berada pada peringkat ke-5 provinsi termiskin secara nasional. Di sisi lain, NTT memiliki potensi energi terbarukan (ET) yang sangat masif (surya, angin, bioenergi, arus laut), namun porsi pemanfaatannya saat ini masih di bawah 1% dari total potensi kelistrikan daerah
Untuk mentransformasi sistem energi NTT agar mandiri, adil, resilien, dan berbasis komunitas, Yayasan PIKUL bermitra dengan Institute for Essential Services Reform (IESR) akan mengimplementasikan program NTT Island-Energy Transformation (NIET) menuju target NTT Net Zero Emission (N-ZE) 2050. Inisiatif ini didesain khusus untuk mentransformasi sistem energi NTT agar lebih mandiri, adil, resilien, dan berbasis kedaulatan komunitas, dengan menjadikan pulau-pulau kecil sebagai laboratorium desentralisasi energi.
Mengingat kompleksitas pelaksanaan program ini, Yayasan PIKUL akan merekrut 1 (satu) orang dengan posisi sebagai Program Officer (PO) yang kompeten dan berdedikasi, untuk bergabung dengan Yayasan PIKUL dalam mengelola operasional program sehari-hari.
Wilayah Kerja
Wilayah kerja Staf Project Officer (PO) berbasis di Kota Kupang dan wajib melakukan mobilisasi serta perjalanan berkala ke 4 (empat) kabupaten wilayah proyek: Sabu Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Utara (TTU), dan Ende
Ruang Lingkup Tugas & Tanggung Jawab
Staf Project Officer akan mengemban tugas strategis dalam 5 pilar utama program:
- Fasilitasi 3 (tiga) Studi Utama dan Pengelolaan Data Riset
- Membantu tim inti PIKUL dalam mengawal pelaksanaan Studi 1: Political Economy Analysis (PEA) untuk memetakan aktor, kepentingan, dan insentif transisi energi.
- Menjadi penghubung lapangan, para pihak, dan juga kebutuhan data bagi pihak ketiga (lembaga riset/universitas) dalam pelaksanaan Studi 2: Analisis Biaya Bahan Bakar Fosil dan Ekonomi Biaya Tinggi dan Studi 3: Pemetaan Policy Gap & Skenario Transisi Energi menuju Zero Emission.
- Penguatan Kelembagaan dan Fasilitasi Platform Multipihak
- Membantu fasilitasi koordinasi Pokja Perubahan Iklim di tingkat Provinsi NTT sebagai orkestrator transisi energi.
- Membantu dalam proses inisiasi, pembentukan, dan memperkuat forum atau platform multipihak di tingkat kabupaten (Sabu Raijua, Rote Ndao, TTU, Ende) untuk menjembatani celah kewenangan urusan energi antara pemerintah provinsi dengan kebutuhan riil di tingkat tapak/desa.
- Mengorganisir pertemuan berkala, lokakarya, dan diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion – FGD) yang melibatkan pemerintah daerah, BUMN energi (PLN, Pertamina), organisasi masyarakat sipil (CSO), perwakilan komunitas, serta akademisi.
- Membantu mengonsolidasikan kaukus organisasi masyarakat sipil dan mitra lokal untuk menyelaraskan visi bersama menuju NTT N-ZE 2050.
- Advokasi Kebijakan dan Penyusunan Roadmap
- Berkoordinasi dalam proses penyusunan draf Roadmap NTT N-ZE 2050 Berbasis Pulau Kecil bersama IESR dan jejaring mitra.
- Membantu proses pemetaan regulasi dan dokumen perencanaan daerah (RPJMD, RKPD, Renstra/Renja OPD) guna mengidentifikasi celah masuk (entry point) integrasi narasi, program dan indikator transisi energi mandiri yang resilien.
- Membantu pemantauan proses penyusunan draf laporan riset dan dokumen ringkasan kebijakan (policy brief) berbasis bukti untuk keperluan advokasi.
- Membantu jalannya advokasi strategis berbasis data riset kepada pihak eksekutif (BAPPERIDA, ESDM, DLHK, Dinas Perhubungan, DPMD) dan legislatif (DPRD) di tingkat provinsi dan 4 kabupaten, agar indikator transisi energi diadopsi secara formal dalam dokumen perencanaan daerah.
- Koordinasi pendekatan Living Lab dan Kampanye Publik
- Berkoordinasi dengan IESR dan mitra lainya terkait dengan laboratorium hidup (living lab) di desa/pulau contoh yang mendemonstrasikan manfaat konkret teknologi energi terbarukan (seperti PLTS untuk cold storage/solar ice maker bagi nelayan, pompa irigasi pertanian, pengering hasil tani/laut dan lain-lain).
- Berkoordinasi dengan pelaku usaha lokal (BUMDes, koperasi dan lain-lain), kelompok perempuan, kelompok tani/nelayan, yang terkait dengan bisnis pengelolaan unit energi terbarukan secara mandiri
- Membantu penyusunan materi kampanye publik dan diseminasi pengetahuan (policy knowledge) agar praktik baik kemandirian energi ini dapat direplikasi di pulau-pulau kecil lainnya di Indonesia.
- Manajemen Proyek, Pemantauan dan Pelaporan
- Mendokumentasikan data lapangan, hasil wawancara mendalam, serta memelihara database terintegrasi program.
- Bersama program manager mendesain rencana kerja bulanan dan mingguan yang selaras dengan rencana kerja utama program.
- Membantu kegiatan rutin yang mendukung pelaksanaan program di lapangan dan menyusun laporan perkembangan berkala (bulanan dan triwulanan) kepada Project Manager.
- Membantu administrasi proyek, termasuk penyusunan dokumentasi (notulensi pertemuan, database kontak aktor, foto kegiatan, dan laporan keuangan aktivitas).
Kualifikasi & Persyaratan Kandidat
Untuk mengemban tugas-tugas strategis selama siklus program berlangsung, Yayasan PIKUL membutuhkan seorang Program Officer (PO), dengan kualifikasi sebagai berikut:
- Pendidikan minimal S1 dari bidang: Kebijakan Publik,Ekonomi Sains, Teknologi, Hukum, atau bidang terkait lainnya yang relevan dengan tugas dan tanggungjawab sebagai PO
- Memahami ekonomi politik dan bersedia mempelajari tentang ekonomi energi dan ekonomi pembangunan
- Memiliki pengalaman minimal 2–3 tahun dalam pengelolaan program/proyek, penelitian, advokasi, pemberdayaan masyarakat atau bidang terkait.
- Mampu mengolah data kuantitatif dengan berbagai perangkat lunak, termasuk mampu menggunakan AI secara efektif.
- Memiliki kemampuan koordinasi dan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak.
- Memiliki pemahaman riset dasar, pengumpulan dan pengolahan data serta menyusun laporan.
- Mampu menggunakan Microsoft Office (Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint) dan Google Workspace untuk mendukung administrasi, pengolahan data, monitoring, pelaporan, dokumentasi, dan presentasi proyek
- Mampu bekerja secara mandiri maupun dalam tim.
- Bersedia melakukan perjalanan dan bekerja di wilayah kepulauan/daerah.
- Memiliki kemampuan menulis dan berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia dengan baik. Kemampuan Bahasa Inggris menjadi pertimbangan tambahan.
Akan menjadi nilai tambah, jika Program Officer (PO) memiliki pemahaman dan pengalaman dalam:
- Isu energi terbarukan dan transisi energi.
- Perubahan iklim dan ketahanan/resiliensi masyarakat.
- Political Economy Analysis (PEA) atau stakeholder analysis.
- Advokasi kebijakan dan pelibatan dengan pemerintah daerah.
- Fasilitasi FGD, lokakarya dan forum multipihak.
- Pendampingan masyarakat desa/komunitas.
- Memahami konteks sosial, ekonomi dan budaya masyarakat NTT dan melakukan perjalanan ke pulau-pulau di NTT
- Memiliki kemampuan menggunakan Zoom/Google Meet, Google Drive, dan aplikasi kolaborasi digital lainnya.
Benefit & Kompensasi
Yayasan PIKUL menawarkan:
- Honorarium/gaji bulanan yang kompetitif dan disesuaikan dengan kualifikasi, pengalaman dan tanggung jawab
- Perdiem/uang harian selama melaksanakan perjalanan penugasan program di luar Kota Kupang, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) Yayasan PIKUL
- Biaya perjalanan tugas ke luar Kota Kupang ditanggung berdasarkan biaya riil (actual cost) seperti transportasi dan akomodasi.
- Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Yayasan PIKUL.
- Hak cuti sesuai kebijakan yang berlaku di Yayasan PIKUL.
- Lingkungan kerja yang kolaboratif, inklusif, dan mendukung pembelajaran.
- Kesempatan mengikuti pelatihan, workshop, coaching, dan pengembangan kapasitas.
- Kesempatan membangun jejaring profesional dengan pemerintah, CSO/NGO, komunitas, akademisi, dan mitra pembangunan.
- Kesempatan terlibat langsung dalam pelaksanaan program yang memberikan dampak bagi masyarakat dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
- Kesempatan mengembangkan kompetensi profesional melalui keterlibatan dalam koordinasi, kegiatan lapangan, dokumentasi, monitoring, dan pelaporan program.
Prosedur Pendaftaran & Ketentuan
Jika tertarik, silahkan kunjungi laman berikut untuk proses pendaftaran: https://forms.gle/MWi6LktJrgA2NYf39
KIRIMKAN LAMARAN ANDA SEBELUM DEADLINE!
Berkas lamaran yang diperlukan:
- Curriculum Vitae (CV) terbaru yang mencantumkan pengalaman kerja, pendidikan, kompetensi, serta pengalaman yang relevan dengan posisi Project Officer.
- Di dalam CV , wajib mencantumkan minimal 2 (dua) orang kontak referensi profesional.
- Contoh tulisan yang pernah dibuat, baik yang tidak dipublikasi maupun yang dipublikasikan.
Link Pendaftaran : https://forms.gle/cRf8bPiLsmhygP3Q7
BATAS AKHIR PENERIMAAN: Selasa, 15 September 2026 pukul 23.59 WITA. Lamaran yang dikirim terlambat tidak akan diproses. Hanya kandidat yang memenuhi kualifikasi yang akan dihubungi untuk wawancara panel mendalam.
Informasi Narahubung & Komplain
- Informasi & Narahubung: Zadrak Mengge (+62 852-3929-3736) | Surel: zadrakh.m@pikul.id
- Umpan Balik & Pengaduan: Telepon ke Kantor Yayasan PIKUL (0380) 8431687 | Surel: office@pikul.id

