Beasiswa Akademi Resiliensi Antar Nusa

Tentang Program Akarnusa

AKARNUSA (PIKUL Antarnusa Academy) adalah program kaderisasi Yayasan PIKUL yang lahir dari kajian skenario terhadap tren politik-ekonomi-ekologi Indonesia hingga tahun 2029. Kajian tersebut mengidentifikasi dua determinan utama yang saling bertautan sebagai penggerak krisis di Indonesia Timur (Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Maluku, hingga Papua): perubahan iklim dan penyempitan ruang demokrasi. 

Perubahan iklim semakin nyata sejak ambang batas kenaikan suhu global 1,5°C terlampaui pada tahun 2024, memicu meningkatnya cuaca ekstrem dan risiko bencana di seluruh wilayah kerja PIKUL. Pada saat yang sama, penyempitan ruang demokrasi berlangsung sebagai kelanjutan dari kecenderungan regresi demokrasi, ditandai oleh pembatasan kebebasan sipil, represi terhadap perbedaan pendapat, melemahnya lembaga-lembaga demokrasi, serta resentralisasi kewenangan yang memusatkan keuntungan pembangunan ke pusat melalui berbagai instrumen hukum (seperti UU Minerba dan UU Cipta Kerja). Institusi demokrasi secara prosedural tampak berjalan, namun partisipasi publik kerap direduksi menjadi tokenisme dalam perumusan kebijakan strategis, sementara penarikan kewenangan ke pusat melemahkan kapasitas pemerintah daerah untuk merespons krisis iklim secara mandiri. Kedua determinan ini bertemu secara tajam di kawasan kepulauan kecil, menghasilkan kerentanan berganda bagi masyarakat adat, nelayan, dan petani yang menghadapi kekeringan, abrasi pesisir, hingga perampasan ruang hidup atas nama proyek pembangunan maupun konservasi.

Komunitas garis depan menghadapi krisis ganda: tekanan ekologis dan marginalisasi sosial akibat proyek ekstraktif. Tiga isu justru luput dari perhatian gerakan arus utama, yaitu peristiwa slow onset (ancaman yang bergerak perlahan, seperti kenaikan muka air laut dan kekeringan berkepanjangan), peristiwa rapid onset (bencana mendadak seperti banjir dan siklon), serta green grabbing (perampasan ruang atas nama proyek konservasi). Ketiganya berpotensi menjadi maladaptasi ketika kebijakan top-down mengabaikan konsultasi bermakna dan memperlakukan Indonesia Timur sebagai “ruang kosong”.

Kondisi kepulauan kecil menyulitkan jangkauan organisasi masyarakat sipil (OMS) yang umumnya berpusat di ibu kota provinsi, sementara sejarah represi yang khas di tiap wilayah (Maluku pasca-1999, Papua pasca-militerisasi) membentuk pola pertumbuhan masyarakat sipil dari represi menuju konsolidasi swadaya. Regenerasi aktivis muda tetap menjadi tantangan mendesak. AKARNUSA dirancang untuk menjawab tantangan tersebut: menyiapkan agen perubahan muda dari akar rumput Indonesia Timur agar mampu beradaptasi secara cerdas sekaligus melakukan perlawanan dan advokasi terhadap sumber-sumber kerentanan di wilayahnya. Cita-cita ini dirangkum dalam visi jangka panjang “Kampung Berdaulat” — situasi ketika warga dan komunitas diakui, dihormati, dipenuhi, dan dilindungi hak-haknya secara adil, sehingga resilien atas segala perubahan, termasuk perubahan iklim.

Ruang Lingkup dan Alur Program

AKARNUSA bertujuan membentuk agen perubahan yang memahami konteks lokalnya secara mendalam, sekaligus mampu bernegosiasi dan mengimbangi sistem yang lebih besar, untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat sipil menuju kampung-kampung yang berdaulat, resilien, dan berkeadilan. Program berjalan selama tiga semester (kurang lebih satu tahun), dan peserta ditempatkan sebagai penggerak yang terus berpraktik sepanjang masa pendidikan — bukan sekadar peserta kelas.

Tahap Kegiatan Utama
Semester 1 Fondasi nilai dan cara pandang kritis, pengantar Analisis Sosial (ANSOS), live-in/turba di lokasi dampingan.
Semester 2 Materi dasar: pengorganisasian rakyat, advokasi tata kelola dan kebijakan, riset dan investigasi sosial dasar.
Semester 3 Materi lanjutan (advokasi berbasis bukti dan GEDSI, kampanye dan komunikasi strategis, fasilitasi kritis, dokumentasi perubahan) beriringan dengan penyaluran dukungan dana aktivitas wilayah.
Evaluasi Evaluasi tiap akhir semester dan evaluasi akhir sebagai dasar kelulusan dan rekomendasi keberlanjutan peran peserta di wilayah.

Apa yang Akan Dipelajari (Kompetensi Lulusan)

Setiap lulusan AKARNUSA diharapkan menguasai empat kompetensi inti secara utuh dan saling menguatkan:

  1. Advokasi — analisis kebijakan dan anggaran, serta strategi advokasi dan kampanye berbasis bukti.
  2. Investigasi Sosial dan Kebijakan — analisis sosial, riset partisipatif, dan pemetaan sosial-spasial.
  3. Fasilitasi dan Pendidikan Kritis — fasilitasi proses belajar partisipatif dan mediasi konflik.
  4. Organisasi dan Kepemimpinan — pengorganisasian rakyat, strategi dan taktik gerakan, serta keamanan aktivis.

Pendekatan dan Struktur Pendampingan

Riset dan pendampingan dalam AKARNUSA dijalankan dengan prinsip “mata cacing, bukan mata elang” — dari dalam dan bersama komunitas, bukan pendekatan top-down. Sepanjang program, setiap angkatan didampingi lima pamong bidang yang bekerja secara terintegrasi:

Bidang Pamong Fokus Pendampingan
Fondasi Nilai, paradigma gerakan sosial, HAM, keadilan ekologis-agraria, dekonstruksi kesadaran diri.
Investigasi Sosial dan Ekologi Analisis sosial, live-in/turba, riset dan investigasi, pemetaan sosial-spasial.
Organisator Pengorganisasian rakyat, strategi dan taktik, penataan organisasi, keamanan aktivis.
Advokasi Analisis kebijakan dan anggaran, strategi advokasi dan kampanye, politik lokal.
Fasilitator Fasilitasi kritis, psikologi belajar orang dewasa, mediasi konflik, dokumentasi perubahan.

 

Kelima pamong mendampingi peserta secara berkelanjutan sepanjang satu tahun program, termasuk saat praktik di wilayah asal masing-masing.

Tugas dan Tanggung Jawab Peserta

Sebagai bagian dari komitmen mengikuti AKARNUSA, calon peserta yang lolos seleksi diharapkan:

  • Mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran selama tiga semester secara penuh (1 tahun 6 bulan), termasuk sesi bersama kelima pamong bidang.
  • Berpartisipasi aktif dalam live-in/turba di lokasi dampingan pada Semester 1.
  • Mempraktikkan hasil belajar secara nyata di komunitas atau organisasi asal, khususnya sejak Semester 3 ketika dukungan dana aktivitas wilayah mulai disalurkan.
  • Mengikuti evaluasi di setiap akhir semester (refleksi tertulis, studi kasus, penilaian produk kerja) serta evaluasi akhir program.
  • Kembali dan menetap sebagai penggerak perubahan di wilayah/komunitas asal setelah program selesai — karena keberhasilan AKARNUSA diukur dari kembali dan tertanamnya hasil kaderisasi di wilayah asal, bukan sekadar sertifikasi individual.
  • Menjaga komitmen kelembagaan bersama lembaga/komunitas asal yang telah memberikan surat rekomendasi, termasuk kesediaan menerima kembali peserta setelah program selesai.

Periode Pelaksanaan dan Wilayah Program

Setiap angkatan AKARNUSA berjalan selama tiga semester (kurang lebih satu tahun program mencakup pembelajaran kelas, live-in/turba di lokasi dampingan, dan praktik langsung di komunitas asal peserta. Program terbuka bagi calon peserta yang berasal dari wilayah kerja Yayasan PIKUL di Indonesia Timur — Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Secara ringkas, alur pelaksanaan program terdiri dari lima tahap berikut:

Tahap Kegiatan Utama Waktu Pelaksanaan Metode Kelas
Rekrutmen Penjaringan 35 peserta/angkatan dari 5 latar belakang (komunitas, penggerak desa, OMS, organisasi mahasiswa, organisasi keagamaan), berbasis motivasi, “rumah untuk kembali”, dan keterhubungan isu iklim dan demokrasi. September 2026 Daring  dan Luring
Semester 1 Fondasi nilai, pengantar Analisis Sosial (ANSOS), live-in/turba di lokasi dampingan. September – Desember  2026 Daring  dan Luring
Semester 2 Materi dasar: pengorganisasian rakyat, advokasi tata kelola dan kebijakan, riset dan investigasi sosial dasar. Februari – Mei 2027 Daring  dan Luring
Semester 3 Materi lanjutan (advokasi berbasis bukti dan GEDSI, kampanye dan komunikasi strategis, fasilitasi kritis, dokumentasi perubahan) beriringan dengan penyaluran dukungan dana aktivitas wilayah. Juni – Agustus 2027 Daring  dan Luring
Evaluasi Evaluasi per semester (refleksi tertulis, studi kasus, penilaian produk kerja) dan evaluasi akhir sebagai dasar kelulusan dan rekomendasi keberlanjutan peran peserta di wilayah. Agustus 2027 Daring

 

Catatan: Jadwal rinci tiap semester, lokasi live-in/turba, dan titik wilayah intervensi untuk angkatan berjalan akan diinformasikan oleh Tim Program/Sekretariat AKARNUSA menjelang pelaksanaan. 

Siapa Peserta yang Kami Cari?

Setiap angkatan menyaring 35 orang peserta, berasal dari lima latar belakang yang merepresentasikan keragaman jalur masuk aktivisme akar rumput di Indonesia Timur:

  • Anggota komunitas
  • Penggerak di desa
  • Anggota organisasi masyarakat sipil (OMS)
  • Organisasi mahasiswa
  • Organisasi keagamaan

Seleksi tidak menitikberatkan pada latar belakang pendidikan formal, melainkan pada empat hal utama berikut:

  • Motivasi — alasan personal dan kolektif yang kuat untuk terlibat dalam gerakan perubahan, bukan sekadar mencari sertifikat atau jaringan.
  • “Rumah untuk kembali” — memiliki komunitas, desa, OMS, organisasi mahasiswa, atau organisasi keagamaan asal yang jelas. Setiap pendaftar wajib menyertakan surat rekomendasi resmi dari lembaga/komunitas asal sebagai bentuk komitmen kelembagaan untuk mendukung proses belajar dan menerima kembali peserta setelah program selesai.
  • Keterhubungan dengan isu lokal — sejauh mana calon peserta telah mengenali, merasakan, atau mulai merespons persoalan konkret di kampung/desa/komunitasnya, khususnya isu perubahan iklim dan demokrasi.
  • Kepekaan terhadap isu iklim dan demokrasi — yang sering ditemui dan beroperasi dalam kehidupan sehari-hari komunitas.

Dukungan yang Diberikan Kepada Peserta

  • Pendampingan oleh lima pamong bidang secara berkelanjutan sepanjang satu tahun program, termasuk saat praktik di wilayah asal.
  • Dukungan dana aktivitas wilayah yang disalurkan secara bertahap mulai Semester 3, diperuntukkan bagi praktik nyata peserta di komunitas asal.
  • Pendekatan riset dan pendampingan yang partisipatif dan berbasis komunitas, bukan top-down.

AKARNUSA bukan program sertifikasi individual. Keberhasilan program diukur dari kembalinya dan tertanamnya hasil kaderisasi di wilayah asal peserta, sehingga dukungan yang diberikan diarahkan untuk memperkuat ekosistem gerakan sosial Indonesia Timur secara kolektif dan berkelanjutan — bukan sebagai insentif individual yang lepas dari akuntabilitas program.

Metode Pendaftaran

Calon peserta yang berminat dan memenuhi kriteria pada Bagian 7 dapat mendaftar dengan melengkapi berkas berikut:

  • Formulir pendaftaran calon peserta AKARNUSA.
  • Surat rekomendasi resmi dari lembaga/komunitas asal (komunitas, desa, OMS, organisasi mahasiswa, atau organisasi keagamaan).
  • Dokumen pendukung lain sesuai ketentuan yang ditetapkan Tim Program pada angkatan berjalan.

▸ Tautan/formulir pendaftaran: https://bit.ly/PendaftaranAKARNUSA atau scan melalui barecode 

▸ Batas waktu pendaftaran: 18 September 2026 pukul 17.00 WITA

Hanya calon peserta yang memenuhi kriteria yang akan dihubungi untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya (wawancara/verifikasi surat rekomendasi) yang dikoordinasikan oleh Tim Program/Sekretariat.

Narahubung dan Umpan Balik

  1. Narahubung

Calon peserta yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran AKARNUSA dapat menghubungi Tim Program AKARNUSA — Yayasan PIKUL:

▸ Kontak Tim Program AKARNUSA: Ester (+62 821 4648 7984)

▸ Email Tim Program AKARNUSA: ester@pikul.id.

Setiap pengumuman terkait kegiatan ini dapat diakses melalui media sosial Yayasan PIKUL:

  • Website: pikul.id
  • Facebook: Pikul – Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal
  • Instagram: @pikul_kupang
  1. Umpan Balik dan Komplain

Umpan balik dan komplain terkait proses rekrutmen dan seleksi AKARNUSA dapat disampaikan melalui narahubung atas nama Pantoro Tri Kuswardono / Direktur Eksekutif Yayasan PIKUL (+62811-383-270), telepon Kantor Yayasan PIKUL (0380) 8431687, atau email office@pikul.id

Penutup

Demikian panduan ini disusun berdasarkan kerangka akademik dan operasional AKARNUSA (Yayasan PIKUL, 2026), untuk membantu calon peserta memahami tujuan, alur, syarat, dan tanggung jawab dalam mengikuti program. Panduan ini digunakan sebagaimana mestinya, dan dapat diperbarui pada setiap angkatan sesuai kebutuhan pelaksanaan.

Post Related

Scroll to Top