Dokumen Titik Nol Keadilan Iklim merupakan kompilasi riset lapangan yang merekam bagaimana krisis iklim berkelindan dengan model pembangunan berskala besar di Indonesia Timur. Disusun oleh jaringan peneliti dan organisasi masyarakat sipil, buku ini menyoroti pengalaman nyata komunitas pesisir, pulau-pulau kecil, dan wilayah dataran tinggi yang berada di garis depan dampak perubahan iklim sekaligus menjadi sasaran berbagai proyek pembangunan “strategis”.
Alih-alih memperkuat ketahanan, banyak proyek justru memunculkan maladaptasi iklim, sebuah situasi ketika kebijakan dan pembangunan yang diklaim sebagai solusi malah memperdalam kerentanan sosial dan ekologis. Melalui sepuluh studi kasus di enam provinsi, dokumen ini membongkar bagaimana relasi kuasa, pendekatan top-down, dan pengabaian pengetahuan lokal telah menggerus ruang hidup, mata pencaharian, serta kapasitas adaptasi masyarakat, terutama perempuan dan kelompok adat.
Lebih dari sekadar laporan dampak, Titik Nol Keadilan Iklim menawarkan kerangka adaptasi berkeadilan, pendekatan yang menempatkan keadilan rekognitif, prosedural, dan distributif sebagai fondasi utama respons krisis iklim. Dengan berpijak pada suara komunitas dan realitas lapangan, dokumen ini mengajak pembaca untuk meninjau ulang arah pembangunan dan membuka jalan menuju kebijakan iklim yang adil, inklusif, dan berakar pada keberlanjutan ekosistem.
Dokumen ini diterbitkan oleh Yayasan Pikul sebagai bagian dari upaya memperkuat advokasi keadilan iklim dan memastikan bahwa mereka yang paling terdampak tidak lagi diletakkan di titik paling akhir pembangunan, melainkan di pusat pengambilan keputusan.
Unduh buku Titik Nol Keadilan Iklim untuk memahami bagaimana krisis iklim dan proyek pembangunan berdampak langsung pada komunitas rentan di Indonesia Timur.
👉 Unduh dokumen lengkap (PDF)

